Menhub dan Seskab Tinjau Arus Balik Lebaran di Pulo Gebang, Pastikan Perjalanan Aman dan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:05:26 WIB
Menhub dan Seskab Tinjau Arus Balik Lebaran di Pulo Gebang, Pastikan Perjalanan Aman dan Lancar

JAKARTA - Arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Jakarta menjadi perhatian serius pemerintah, terutama pada titik-titik kedatangan penumpang seperti Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang. 

Sejak dini hari, aktivitas di terminal ini sudah terlihat sibuk dengan kedatangan bus dari berbagai daerah. Dalam upaya memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan.

Kehadiran kedua pejabat tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari langkah konkret pemerintah dalam mengawal arus balik agar tetap tertib dan minim hambatan. Peninjauan dilakukan pada waktu yang cukup dini, menunjukkan keseriusan dalam mengamati langsung kondisi lapangan saat puncak pergerakan penumpang terjadi.

Pemantauan Langsung Sejak Dini Hari

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa dirinya telah berada di Terminal Pulo Gebang sejak dini hari untuk melihat langsung situasi arus balik. Ia menyebutkan bahwa kunjungan tersebut dilakukan atas undangan Menteri Perhubungan.

"Tadi pagi ini, jam 2 kurang sedikit, saya diundang Pak Menteri Perhubungan Pak Budy Purwagandhi untuk mengecek Terminal Pulo Gebang," kata Seskab Teddy ditemui di Terminal Pulo Gebang Jakarta, Rabu dini hari.

Selama berada di lokasi, Teddy mengamati pergerakan bus yang terus berdatangan serta aktivitas penumpang yang turun di terminal. Ia memastikan bahwa kondisi di lapangan berjalan dengan tertib, tanpa adanya penumpukan yang berarti.

Interaksi dengan Penumpang Jadi Prioritas

Tidak hanya melakukan pemantauan secara visual, Teddy juga berinteraksi langsung dengan para penumpang. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata terkait pengalaman perjalanan mereka selama arus balik.

Ia menanyakan berbagai hal, mulai dari kondisi perjalanan hingga kenyamanan yang dirasakan. Dari hasil interaksi tersebut, mayoritas penumpang mengaku perjalanan mereka berlangsung lancar tanpa kendala besar.

"Ya alhamdulillah tadi juga kita tanya langsung ke penumpang, alhamdulillah lancar dan sepanjang jalan tidak ada yang signifikan," ujar Teddy.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun terdapat beberapa kendala kecil seperti kemacetan di rest area atau insiden kecelakaan ringan, secara keseluruhan arus balik tetap berjalan sesuai harapan.

"Ada beberapa kemacetan sedikit tapi secara normal di rest area ataupun tadi ada beberapa kecelakaan sedikit, tapi secara keseluruhan alhamdulillah puncak arus mudik yang tanggal 24-25 (Maret) ini berjalan lancar, ya seperti harapan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan kita semua," tambah Teddy.

Puncak Arus Balik dan Prediksi Pergerakan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa puncak arus balik angkutan darat diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25 Maret. Namun, lonjakan pergerakan tidak berhenti di situ, karena diprediksi akan kembali meningkat pada 28 hingga 29 Maret.

Menurutnya, gelombang pertama dipicu oleh masyarakat yang harus kembali bekerja setelah libur Lebaran. Sementara itu, gelombang berikutnya berasal dari masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA), sehingga memiliki fleksibilitas waktu dalam perjalanan.

Kondisi ini membuat arus balik menjadi lebih tersebar, tidak terpusat dalam satu waktu tertentu. Hal ini dinilai positif karena dapat mengurangi kepadatan ekstrem di jalan maupun terminal.

Strategi Pemerintah Antisipasi Kepadatan

Untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang dan kendaraan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way nasional.

Dudy menegaskan bahwa kebijakan ini akan diberlakukan kembali apabila terjadi peningkatan kepadatan signifikan di jalur utama. Tujuannya adalah menjaga kelancaran arus kendaraan agar masyarakat dapat sampai ke tujuan dengan aman.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pengaturan di titik-titik rawan seperti rest area. Sistem buka tutup diterapkan guna menghindari penumpukan kendaraan, sementara operasional kendaraan berat sumbu tiga dibatasi selama periode arus balik.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya terpadu antara Kementerian Perhubungan dan Kepolisian dalam menjaga stabilitas lalu lintas selama periode Lebaran.

Kondisi Lalu Lintas Relatif Terkendali

Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi lalu lintas selama arus balik terpantau relatif terkendali. Pergerakan kendaraan di jalan tol tidak menunjukkan kepadatan berlebih, melainkan berjalan secara bertahap.

Distribusi perjalanan yang lebih merata menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kelancaran ini. Kebijakan WFA turut berperan dalam mengurangi penumpukan kendaraan pada satu waktu tertentu.

Dudy menyampaikan harapannya agar seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang kembali ke Jakarta.

"Jadi harapan kita tadi, seperti memberlakukan one way nasional itu untuk membantu para masyarakat yang melakukan arus balik bisa dengan lancar dan yang paling penting adalah selamat sampai dengan tujuan," kata Dudy.

Dengan koordinasi yang baik antarinstansi serta kesiapan petugas di lapangan, pemerintah optimistis arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga seluruh masyarakat tiba di tujuan masing-masing.

Terkini